India Mencatat Pertumbuhan Ekonomi Terendah dalam 6yrs

Pada kuartal yang berakhir desember, India tercatat paling lambat tingkat pertumbuhan ekonomi dalam enam tahun terakhir dan prospek jangka pendek tetap suram seperti coronavirus menyebar di seluruh dunia. PDB negara itu naik sebesar 4.7% di kuartal oktober-desember, menurut data yang diterbitkan jumat. Triwulanan, pertumbuhan terutama didorong oleh peningkatan pengeluaran pemerintah.

Terutama, pertumbuhan PDB di kuartal juli-September direvisi naik menjadi 5,1%, 4,5% yang dilaporkan sebelumnya. Demikian pula, tingkat pertumbuhan PDB untuk bulan April sampai juni juga naik diubah ke 5.6% dari 5%.

Statistik kementerian menegaskan kembali bahwa tahun fiskal 2019-20 pertumbuhan ekonomi 5%, sesuai dengan awal terlebih dahulu memperkirakan, dibandingkan dengan 6,1% pada tahun fiskal sebelumnya (2018-19). Sebelumnya pada bulan februari, the Reserve Bank of India pola pertumbuhan PDB untuk 2020-21 sebesar 6% dibandingkan dengan pemerintah prediksi dari 6% menjadi 6,5%.

Bank mengantisipasi konsumsi swasta yang meningkat, khususnya di pedesaan zona, dibantu oleh panen yang lebih baik. Bulan lalu, IMF (Dana Moneter Internasional) memangkas seluruh dunia pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2020 dan 2021, terutama karena lebih lemah dari yang diperkirakan pertumbuhan ekonomi di India.

Di seluruh dunia pemberi pinjaman dipangkas India prospek pertumbuhan untuk tahun 2020 sebesar 1,2% titik 5,8% dan outlook untuk tahun 2021 disayat oleh 0,9% menjadi 6.5%. Pertumbuhan yang diantisipasi pada 4,8% di tahun 2019. IMP menyatakan lebih lanjut bahwa ekonomi diperkirakan akan didukung oleh kebijakan moneter dan stimulus fiskal, selain harga minyak yang lemah.

Baca Juga: